-->

Header Menu

Para Guru Honorer Sujud Syukur Dapat Duit Tunjangan Rp 1,5 Juta

Perjuangan dan penantian panjang ribuan honorer di Jawa Barat akhirnya terbayarkan. Sebanyak 1.461 guru honorer akhirnya mendapat Surat Keputusan Penetapan Penugasan Guru Non-PNS untuk tingkat SMA, SMK, dan SLB.

Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (29/7/2020).


Prosesi penyerahan SK berlangsung dalam suasana haru. Enam guru yang didaulat menerima penyerahan SK secara simbolis langsung bersujud syukur sambil menangis. Cukup lama mereka sesenggukan sambil bersujud. Rizki Safari Rahman, seorang di antaranya, mengaku tak mampu membendung air matanya karena SK yang baru ia terima itu sudah ia nantikan selama enam tahun.

Akhir Penantian Panjang Guru Honorer BACA DISINI

Guru honorer mata pelajaran Matematika di SMAN 9 Bandung itu mengaku sangat beruntung karena banyak rekan seangkatannya, bahkan yang lebih senior, masih harus berjuang untuk memperoleh kepastian status ini.

"Di luar 1.461 guru ini, masih ada guru honorer yang tinggal menyisakan tiga tahun lagi menuju masa pensiun, yang secara otomatis kesempatannya menjadi PNS sangat kecil. Oleh karena itu, tentunya saya sangat bersyukur karena kami (1.461 guru) bisa memperoleh kesempatan ini," ujarnya seusai penyerahan SK.

Ada sejumlah tahapan seleksi yang harus dilalui, yakni ketentuan kepemilikan NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan), ketentuan jumlah jam mengajar 24 jam selama satu pekan, dan sebagainya.

Guru Honorer Mengajukan Permintaan Serius ke Mas Nadiem BACA DISINI


Menurut Rizki, dengan adanya legalitas ini, kesejahteraan para guru secara otomatis akan meningkat, sebab tambahan tunjangan profesi guru (TPG) ini melengkapi honorarium dari Provinsi Jawa Barat yang telah diperolehnya sejak 2017 senilai Rp 2.040.000 per bulan.

"Kalau dulu hanya dapat honorarium dari provinsi Rp 2,04 juta, sekarang ditambah dengan TPG dari APBN sebesar Rp 1,5 juta, jadi penghasilan kami meningkat menjadi Rp 3,54 juta. Alhamdulillah. besaran ini dapat meningkatkan kesejahteraan kami untuk memenuhi kehidupan sehari-hari," ucapnya.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, mengatakan, 1.461 guru honorer yang menerima SK terdiri atas 578 guru SMA, 852 guru SMK, dan 31 guru SLB. Pemberian SK ini, kata Emil, sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jabar.

Para guru memperoleh peningkatan status ini setelah memenuhi persyaratan yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018.

"Apresiasi ini menjadi hal yang sangat layak bagi para guru non-PNS untuk memperoleh peningkatan kesejahteraan, apalagi perjuangan dan penantian yang sangat panjang telah mereka lalui melalui beberapa tahapan seleksi yang sudah ditentukan oleh Kemendikbud," ujar Emil setelah menyerahkan SK penetapan.

Aturan Baru tentang Cuti PNS, Kalangan Guru dan Dosen Patut Bersyukur BACA DISINI


Emil meminta Kepala Dinas Pendidikan bersama DPRD Jabar, PGRI, dan Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jabar turut mengawal proses pencairan tunjangan ini sehingga benar-benar masuk ke rekening pribadi ke-1.461 guru non-PNS ini.

Emil juga meminta para guru SMA/SMK/SLB honorer lainnya yang belum lolos seleksi agar tidak putus asa dan terus memperbaiki kekurangannya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, pemberian SK penetapan ini akan terus berlangsung. "Sebab, di Jawa Barat ada 18.892 guru honorer dan baru 1.461 guru yang sudah mendapat ketetapan status.

Lainnya akan terus diseleksi bertahap sehingga nanti akan makin banyak guru honorer yang diberi tunjangan tambahan sesuai dengan klasifikasinya. Mudah-mudahan upaya ini dapat berbanding lurus dengan peningkatan mutu pendidikan di Jabar," ujar Dedi, yang mengaku sangat terharu saat melihat para guru tiba-tiba bersujud sebagai ucapan syukur begitu menerima SK.

"Mereka bersujud secara spontan. Saya juga kaget. Malahan tim humas dan kami pun tak sempat mengambil gambar. Tadi setelah penyerahan SK selesai, kan, ada sesi foto Pak Gubernur dengan mereka. Tiba-tiba selesai foto, salah seorang perwakilan nangis sujud syukur diikuti yang lain," ujar Dedi.

Dedi sempat menanyakan alasan mereka bersujud. "Mereka mengaku terharu karena untuk mendapatkan SK itu perjalanannya sangat panjang. Di antara ada yang sudah menghonor lebih dari 12 tahun," katanya.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya, mengatakan, masih adanya 18.892 guru honorer yang belum mendapat penetapan status adalah pekerjaan rumah Pemprov yang harus diselesaikan.

Tugas dan tangggung jawab Pemprov Jabar lainnya, kata Abdul Hadi, adalah memastikan proses pencairan tunjangan profesi para guru yang telah memiliki SK penetapan berjalan lancar. "Sebab, percuma dong, sudah gagah-gagah mendapatkan SK tapi ternyata tunjangannya tidak pernah cair atau terhambat," ujarnya di Gedung Pakuan, kemarin.

Di tempat yang sama, Ketua FAGI Jabar, Iwan Hermawan, mengapresiasi terealisasinya pemberian SK Penetapan ini. Sebab, pada tahun 2021-2025 akan terjadi pensiun massal para guru PNS sehingga guru PNS yang tersisa hanya sekitar sepuluh persen.

"SK pengangkatan ini mengantisipasi potensi darurat guru yang mungkin terjadi pada tahun 2021-2025," ujarnya.
Sumber : cirebon.tribunnews.com

0 Response to "Para Guru Honorer Sujud Syukur Dapat Duit Tunjangan Rp 1,5 Juta"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel